Senin, 17 Januari 2011

PENCEMARAN LINGKUNGAN

A. Pengertian Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan Menurut Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. 2/MENKLH/I/1998 yaitu masuk atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan komponen lainnya ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan (komposisi) lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitasnya menurun sampai ketingkat tertentu atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya.
Sumber pencemaran lingkungan ada 2 macam, yaitu:
1. Antropogenik adalah pencemaran lingkunan yang berasal dari aktivitas manusia. Seperti kegiatan industri, kegiatan dalam rumah tangga dan gas buangan hasil pembuangan kendaraan bermotor
2. Biogenik adalah pencemaran lingkungan yang bersifat alamiah atau tanpa campur tangan manusia. Seperti letusan gunung merapi dan dekomposisi biotik.

B. Macam-macam Pencemaran Lingkungan
1. Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan suatu komponen lain ke dalam udara dan atau berubahnya tatanan (komposisi) udara oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas udara turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya.
Adapun dampak dari pencemaran udara secara umum yaitu mengganggu kesehatan manusia dan merusak lingkungan, sedangkan akibat pencemaran udara secara spesifik ada 5 yaitu:
1) Global warming. Global warming terjadi karena banyaknya senyawa CO2 dalam udara sehingga membentuk lapisan seperti kaca. Hal ini membuat panas matahari yang di pantulkan ke bumi tidak dapat di pantulkan ke atmosfer, akan tetapi di pantulkan kembali ke bumi. Oleh karena itu, suhu bumi menjadi panas dan berdampak pada perubahan iklim, pencairan es di kutub, meningkatnya permukaan air laut dan menenggelamkan beberapa daratan.
2) Hujan asam. Hujan asam terjadi karena meningkatnya senyawa belerang (SO, SO2) dan nitrogen oksida (NO) yang akan membentuk asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat HNO3). Hal ini membuat kadar keasaman air meningkat dan berimbas matinya organisme tanah, tumbuhan mati, besi dan logam berkarat serta rusaknya bangunan bersejarah seperti candi karena cepat keropos dan rusak.
3) Menipisnya lapisan ozon. Menipisnya lapisan ozon terjadi karena semakin banyaknya penggunaan CFC yang dapat bereaksi dengan gas ozon (O3) yang merupakan gas pelindung bumi dari sinar ultraviolet di lapisan stratosfer dan hali ini membuat gas ozon berkurang dan membentuk lubang ozon. Adapun akibat masuknya sinar ultraviolet masuk ke bumi yaitu tumbuhan menjadi kerdil, alga dilaut punah, terjadinya mutasi genetik dan terjadinya kanker pada kulit serta mata.
4) Smog fotokimia. Smog fotokimia terjadi karena adanya lapisan inversi di atmosfer yang membuat meningkatnya aktivitas fotokimia. Lapisan inversi biasanya hangat, kering dan dan tidak berawan, sehingga akan mentransmisi sinar matahari dalam jumlah maksimum dan berinteraksi fotokimia dengan polutan yang terperangkap akan membentuk smog. Adapun dampak dari smog fotokimia yaitu mengganggu pernapasan karena menimbulkan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan tersebut.
5) Urban heat island. Peristiwa ini terjadi karena adanya perubahan aliran masa udara dan angin akibat adanya inversi suhu di atmosfer, yang berakibat terbentuknya gumpalan panas dan polutan-polutan terperangkap di dalamnya. Hal ini berakibat terjadinya suhu yang panas di daerah sekitar gumpalan panas itu ada.
a. Penangulangan pencemaran udara di tingkat rumah tangga , antara lain dengan:
a) Tidak membakar sampah di pekarangan
b) Segera mematikan kompor atau kayu bakar jika proses memasak selesai
c) Tidak menggunakan lemari es yang memakai CFC. Saat ini sudah banyak tersedia AC dan lemari es bebas CFC
d) Tidak merokok di dalam ruangan
e) Menanam tanaman hias dipekarangan atau di pot

b. Penanggulangan pencemaran udara tingkat wilayah, antara lain dengan :
a) Ikut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan
b) Ikut memelihara atau tidak menggangu tanaman kota dan pohon pelindung
c) Tidak melakukan penebangan hutan, pohon, dan tumbuhan liar secara sembarangan
c. Penanggulangan pencemaran udara ditingkat nasional, upaya penanggulangan ini merupakan kebijakan pemerintah, antara lain:
a) Larangan beredarnya insektisida berbahaya seperti diklroro-difenil-trikloroetana (DDT)
b) Keharusan membuat cerobong asap bagi industri dan pabrik
c) Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil (minyak, batu bara) dan menggantinya dengan listrik tenaga air, surya atau angin
d) Membatasi beroperasinya kendaraan bermotor dan bermesin pembakar yang sudah tua dengan penertiban uji emisi
e) Larangan penggunaan gas CFC; saat ini telah ditemukan gas pengganti CFC yang aman bagi lingkungan
f) Pengaturan lokasi industri yang jauh dari wilayah pemukiman.
d. Adapun pengolahan terhadap pencemaran udara yaitu:
1) Adanya pemantauan kualitas udara
2) Pengendalian pencemaran udara
3) Pengukuran uji emisi gas buangan kendaraan bermotor
4) Adanya pembinaan mengenai pengendalian pencemaran udara

2. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan suatu komponen lain ke dalam air dan atau berubahnya tatanan (komposisi) air oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya.
Dampak pencemaran air antara lain:
a. Punahnya organisme dalam ekosistem air
b. Ikan atau hewan air yang tercemar dapat meracuni orang yang memakannya. Karena racun tersebut dapat berpindah mengikuti rantai makanan dan contoh racunnya yaitu insektisida DDT
c. Merusak susunan saraf dan menyebabkan cacat pada keturunan organisme.


Penanggulangan dan pengolahan pencemaran air, antara lain:
a. Tidak membuang limbah cair ke selokan atau sungai
b. Tidak membuang sampah di sebarang tempat, yang akan terbawa aliran hujan ke selokan dan sungai
c. Tidak membuang sisa obat atau insektisida ke selokan atau sungai
d. Mengolah limbah cair yang akan di buang ke selokan atau sungai
e. Adanya program pengendalian air bersih (PROKASIH)
f. Adanya pemantauan kualitas air di sepanjang DAS (daerah aliran sungai)
g. Adanya EPCM (environment pollution control manager)

3. Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah yaitu masuk atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan suatu komponen lain ke dalam tanah dan atau berubahnya tatanan (komposisi) tanah oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas tanah turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan tanah menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya.
Dampak pencemaran tanah yaitu
a. Membunuh mikroorganisme(pengurai), hewan dan tumbuhan
b. Mengganggu atau memutuskan jarring-jaring makanan
c. Merusak susunan saraf dan menyebabkan cacat pada keturunan organisme
Cara penanggulangan dan pengolahan pencemaran tanah, antara lain:
a. Setiap rumah tangga memisahkan sampai yang terurai dengan sampah yang tidak dapat terurai
b. Tidak membuang sampah sembarang terutama sampah yang sulit di uraikan kerena akan menutupi permukaan tanah.
c. Mendaur ulang sampah yang tidak dapat di uraikan dan menjadikan pupuk kompos untuk sampah yang dapat di uraikan
d. Lokasi tanah yang sudah tercemar langsung dibersihkan di tempat tersebut (in situ) atau tanah tersebut di bawa ke tempat yang lebih aman (ex situ)


4. Pencemaran Suara
Pencemaran suara yaitu terjadinya kebisingan yang bersumber dari suara mesin pabrik, mesin kendaraan bermotor, mesin pesawat dan oleh aktivas lainnya. Adapun kebisingan dapat di bagi menjadi 4 yaitu:
1. Continue: suara mesin
2. Terputus: suara dari aktivitas lalu lintas
3. Impulsif: suara tembakan, ledakan dan letusan
4. Impulsif berulang: Suara yang ditimbulkan dari besi tempa
Dampak pencemaran suara antara lain, yaitu:
a. Kerusakan alat pendengaran
b. Membuat seseorang mudah marah
c. Terjadinya penimbunan lemak pada pembuluh darah
d. Sulit tidur dan terjangkitnya penyakit jantung
Upaya penanggulangan dan pengolahan pencemaran suara antara lain, yaitu:
a. Membuat dingding kedap suara
b. Menanam tanaman disekitar rumah yang dapat meredam suara
c. Mesin pabrik dan kendaraan bermotor menggunakan peredam suara
d. Tidak membuat kegaduhan dengan membunyikan sesuatu dengan suara yang sangat keras
e. Adanya larangan membunyikan petasan

C. Pencemaran Limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun)
Sifat-sifat limbah tersebut yaitu:
• Mudah meledak
• Mudah terbakar
• Reaktif
• Korosif
• Toksin
Pengolahan limbah B3 yaitu:
- Penyimpanan: aman dan terlindungi
- Pengumpulan: dilakukan oleh badan usaha swasta atau pemerintah
- Pengelolaan: bebas banjir, aman dari bencana dan jauh dari pemukiman.

PEMBINAAN KESEHATAN DAN LINGKUNGAN
Sehat merupakan keadaan fisik, mental dan sosial yang baik dari seseorang. Sedangkan kesehatan lingkungan yaitu salah satu aspek dari kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan segala macam bentuk lingkungan hidup di lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Adapun yang di maksud dengan sanitasi lingkungan yaitu pencegahan timbulnya penyakit dengan jalan memperbaiki kualitas lingkungan hidup manusia.
Istilah-istilah mengenai penyakit di antaranya yaitu:
1. Patogen: penyebab sakit seperti virus dan bakteri
2. Vektor: pembawa atau penyebar penyakit
3. Reservoir: tempat berkembangbiaknya bibit penyakit
Jenis penyakit ada 2 macam, yaitu:
1. Penyakit menular. Seperti TBC, influenza dan campak
2. Penyakit tidak menular. Seperti kanker, ginjal dan asma
Proses penularan penyakit
1. Dua faktor: Patogen(P) langsung ke Manusia(M) seperti penyakit influenza
2. Tiga faktor: Patogen(P) ke Vektor(V) kemudian ke Manusia(M)
3. Empat factor: Patogen ke Vektor kemudian ke Manusia dan ke Reservoir
Klasifikasi penyakit berdasarkan penyebabnya:
1. Biotis:
- Virus: Flu, DBD dan Polio
- Bakteri: Kolera dan TBC
- Jamur: Panu dan Tinea Alba
- Protozoa: Malaria dan disentri
- Cacing: Ascaris
2. Abiotis:
- Pencemaran lingkungan: Kanker dan bronitis
- Tekanan keadaa (Stress): Kesibukan, Kekawatiran dan jantung
- Keadaan makanan: Avitaminosis, kwasiorkhor dan busung lapar
- Alergi yakni kepekaan terhadap zat tertentu
- Teratogenik yakni kelainan bentuk yang di sebabkan zat atau keadaan lingkungan
Penyebab penyakit di pengaruhi oleh 3 faktor yaitu:
1. Kepadatan penduduk
2. Sifat biologis patogen yakni virulensi dan cara penularannya
3. Faktor yang tidak tergantung pada kepadatan populasi seperti cuaca, sanitasi dan kebiasaan
Dinamika Epidemi Influenza
Ilmu yang yang mempelajari tentang penyebaran penyakit disebut Epidemiologi. Epidemi berat pada penyakit influenza biasanya disebabkan oleh jenis virus yang baru. Adapun kekebalan tehadap penyakit influenza tertentu dapat dibawa seumur hidup dan dapat berhubngan antara musim dengan penyebaran penyakit tersebut.
Hubungan lingkungan dengan kesehatan
1. Lingkungan sebagai tempat:
- Hidupnya bibit penyakit
- Hidupnya hespes (inang penyakit)
2. Lingkungan sebagai penyebab sakit
- Kelompok fisik: suhu, cahaya, kebisingan dan radiasi
- Kelompok biologis: virus, bakteri, jamur, protozoa dan cacing
- Kelompok Kimiawi: sisa pestisida, B3, Insektisida dan pupuk
3. Pengaruh lingkungan terhadap penyakit
- Kondisi dan sanitasi lingkungan ideal yakni penyakit tidak akan menular
- Kandisi dan sanitasi lingkungan tidak baik yakni penyakit akan mudah menular

Sanitasi Rumah Sehat
1. Mempunyai system penyediaan air bersih
2. Rasio ruang dan jumlah penghuni seimbang (kira-kira 2 sd 3 m2/ orang)
3. Cukup ventilasi dan udara maupun cahaya
4. Tersedia fasilitas MCK
Kesehatan lingkungan di Indonesia:
1. Tropis dan beribu pulau: Memerlukan sarana kesehatan yang lebih banyak
2. Tropis dan Wallace: Keanekaragaman sepsies mengakibatkan banyak spesies yang bisa menjadi penyebab sakit
3. Kepadatan penduduk tinggi:
- Penyebaran penyakit cepat menular (wabah penyakit)
- Sarana kesehatan sangat diperlukan
4. Penduduk usia muda: rentan penyakit
5. Banyak suku dan budaya: pola konsumsi/makanan bervariasi
Masalah kesehatan lingkungan di Indonesia
1. Kurangnya penyediaan dan pemanfaatan air bersih
2. Kurangnya persediaan dan pemanfaatan jamban yang sehat
3. Masalah pembuangan sampah
- Sampah Organik: pupuk kompos
- Sampah Anorganik: daur ulang
4. Penggunaan air sungai
5. Pembungan limbah
6. Tata rumah yang kurang sesuai


PKLH SEBAGAI PROGRAM PENDIDIKAN

Tujuan (untuk SD, SMP dan SMA/K)
Agar siswa memiliki sikap, kesadaran, tingkah laku yang rasional, pengetahuan dan bertanggung jawab terhadap masalah kependudukan dan lingkungan hidup
Pendekatan dalam mengajarkan PKLH
1. Pendekatan Monolitik yaitu Pendekatan yang didasarkan kepada pemikiran bahwa setiap mata pelajaran memerlukan komponen yang berdiri sendiri dan mempunyai tujuan tertentu dalam kesatuan sistem ( seperti PKLH sebagai muatan lokal)
2. Pendekatan Integratif yaitu Pendekatan yang memadukan ke dalam bidang studi tertentu
Materi yang di sajikan di sekolah dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut:
1. Masalah esensial dan aktual: tentang kependudukan dan lingkungan dalam masyarakat
2. Digunkan untuk mengemban kepribadian sebagai manusia Indonesia yang berwawasan kependudukan dan lingkungan
3. Mempunyai relevansi dengan perkembangan minat, kebutuhan dan kemampuan personil peserta didik
4. Mempunyai relevansi dengan program pendidikan nasional yang dijabarkan pada kurikulum yang berlaku
5. Berfungsi sebagai pengayaan terhadap program pendidikan yang ada yakni membekali peserta didik menghadapi masalah kependudukan dan lingkunagan pada masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar